Inggris mempersiapkan semi-final pertamanya, suasana di Repino tenang dan fokus

Sesaat negara itu masuk ke gir yang bersiap untuk semi final Piala Dunia pertama Inggris dalam 28 th., situasi di base camp team di Repino, kota pantai diluar St Petersburg, tenang serta terlalu fokus, dengan sedikit sinyal tanda yang pasti jika demam sepakbola sudah berlangsung. tahan diantara masyarakat ditempat. Di taman berhutan di seberang hotel-hotel team, anak-anak bermain diatas panjat tebing sesaat sepasang orangtua jalan bergandengan tangan. Hanya satu bukti jika ada yang berlainan dari siang musim panas yang normal di resor ini di Teluk Finlandia ialah keamanan yang tinggi di seputar hotel ForRest Mix yang sudah terkunci mulai sejak Inggris tiba. Polisi bersenjata diletakkan di beberapa titik di seputar rimba pinus, dengan mobil patroli di pintu masuk paling utama ke country club.

Suatu minibus yang membawa sejumlah tentara yang kenakan kamuflase diparkir sejumlah ratus mtr. di jalan, seperti yang berlangsung sepanjang satu bulan paling akhir. Mereka mungkin saja menginginkan penugasan spesial ini akan selesai saat ini namun masih ada di tempat waktu Inggris dengan tidak terduga berbaris lewat undian, beberapa tentara berkerumun di sekitar smartphone untuk melihat laga Piala Dunia Rusia sampai keluarnya penalti penalti team pada Sabtu. Inggris akan pergi kesini pada Selasa seputar tengah hari serta lakukan perjalanan dengan pesawat sewaan ke Moskow menuju semi final di Stadion Luzhniki melawan Kroasia pada Rabu malam. Ini ialah kali pertamanya Inggris masih tetap ada di kompetisi pada babak ini mulai sejak Italia 90 serta bek Kyle Walker mengaku itu ialah peluang paling besar yang dipunyai Inggris untuk memenangi Piala Dunia mulai sejak 1966.

” Saya fikir itu ialah peluang terunggul yang sempat dipunyai Inggris, serta mungkin saja mungkin sempat, ” tuturnya, ” karena tidak menghargai Kroasia namun bagian lainnya dari undian itu tambah lebih susah. ” Pinggir pantai Repino, yang terpisah dari hotel Inggris dengan jalan paling utama, mempunyai situasi menghilang, dengan sejumlah restoran termasuk juga Stroganoff Bar & Grill yang popular namun sudah pasti bukanlah perusahaan kelas atas yang umum dipunyai oleh beberapa pemain Liga Primer. Kampanye semula di kompetisi besar sudah lihat Inggris tinggal di hotel kelas atas atau resor elegan namun manajer Gareth Southgate menyengaja pilih tempat yang tenang dengan sedikit masalah. Komedian Frankie Boyle, dalam film dokumenternya, Frankie Goes to Russia, launching sebelum saat Piala Dunia, merekomendasikan supaya Three Lions mania bisa menukar Repino yang mengantuk. Ada sedikit bukti mengenai itu.

Toko pojok kacau yang sangat dekat dengan hotel Inggris jual pisau dapur, baju dalam wanita serta frisbee namun tak ada peralatan Piala Dunia. Tak ada bunting di kafe atau di supermarket yang sejumlah anggota team sudah kunjungi pada hari libur. Pada hari Senin team 23-kuat merampungkan session kursus penuh 10 menit berkendara di kamp mereka di Zelenogorsk, yang sudah diperbaiki oleh Asosiasi Sepak Bola serta akan diserahkan kembali pada orang-orang ditempat sesudah cuti Inggris. Kemudian lima anggota tim – Ashley Young, Eric Dier, Walker, Harry Maguire serta Dele Alli – diganggu ke hotel Cronwell Park paling dekat untuk bicara dengan media. Menjadi sisi dari taktik baru sesudah kampanye Euro 2016 yang penuh bencana dimana mereka tersisih dengan kekalahan ke Islandia, beberapa pemain didorong untuk lebih terbuka dengan beberapa jurnalis.

Pusat media di Cronwell Park sudah beralih jadi club sosial, walau salah satunya yang sedikit berbau rokok seperti yang diperlihatkan oleh Walker pada hari Senin. Ada meja biliar, arena bowling serta papan dart tempat beberapa pemain bermain di media dalam kompetisi bergulir. Duduk di sofa berhiaskan bantal bendera St. George, Alli bicara mengenai bagaimanakah Southgate sudah mengawasi pergantian budaya mulai sejak hilangnya Islandia. Dia serta Dier menyampaikan psikolog team Pippa Grange mesti ambil penghargaan atas pergantian mental di tim Inggris. Grange ditunjuk menjadi kepala orang serta pengembangan team pada bln.

November th. serta sudah mendorong team untuk hadapi kegagalan satu tahun lebih paling akhir, mengingat jika Inggris belumlah sempat memenangi laga knockout di kompetisi besar mulai sejak 2006. Tujuannya ialah untuk melepas beban mereka histori team serta pemain desakan melumpuhkan dibawah rezim semula sudah dibicarakan. ” Saya fikir banyak tugas yang sudah kami kerjakan dengannya sebelum saat kompetisi diawali, sepanjang enam atau tujuh bln. paling akhir, ” kata Dier. “Begitu kami masuk ke kompetisi, beberapa hal yang dapat dia bantu telah dikerjakan. ” Dia menolong kami lewat cara yang sama di semua kompetisi – itu tidak sempat beralih bergantung pada besarnya laga. ” ” Dia orang yang mengagumkan, ” kata Alli. ” Kebanyakan orang mendengarkannya waktu dia bicara. “

Baca Juga Artikel Menarik Bandar Judi Bola Agen Poker Android Di Situs Judi Resmi ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *