Liverpool belum terbiasa dengan ini

Untuk kali pertamanya semenjak pengangkatannya, Jurgen Klopp kehilangan satu laga group di Eropa. Sesudah kemenangan Klopp pada menit paling akhir menantang Paris Saint-Germain, Lorenzo Insigne mengutuk Liverpool untuk ditaklukkan di Stadio San Paolo di menit ke-90. Itu telah hadir. Dries Mertens Alternatif sudah 2x pergi dekat, termasuk juga sepakan voli dari mistar gawang. Untuk sejumlah besar laga Liverpool terlindung dengan baik di belakang, Virgil van Dijk unggul sampai tertangkap keluar dari tempat oleh Jose Callejon yang lintasnya menyebabkan perayaan liar. Buat Carlo Ancelotti, itu ialah kemenangan taktis, permainan yang waspada serta membosankan.

Baca Juga : Tersandung dan Jatuh, Mourinho Jadi Tersipu Malu

menjengkelkan dari insiden yang bermakna sampai tuan-rumah berjudi pada step penutupan. Liverpool tidak dapat tembus, tiga pemain depan mereka kembali alami malam yang membuat frustrasi. Mereka masih tetap terlihat seperti telah lakukan cukuplah banyak sampai intervensi akhir tapi sesudah membuat tornado di semua Eropa dengan permainan menyerang mendebarkan mereka musim kemarin, Liverpool dibius di Naples. Saat ini grup mereka sudah terbuka. Saat Liverpool Klopp datang di Naples, ada pengingat begitu mengerikan kunjungan paling akhir club ke Stadio San Paolo.

Baca Juga : Pantau Bintang Muda Flamengo, Milan Utus Kaka

Lupakan situasi yang semestinya menakutkan, pada tahun 2010 team Liverpool termasuk juga Paul Konchesky, Christian Poulsen serta Milan Jovanovic dimainkan di sini. Tidak ada malam paling akhir yang lebih mengerikan dari itu, lepas dari lingkungan yang kurang subur – yang sangat mengganggu ialah lapangan yang tidak rata. Cuma ada banyak club populer dengan stadion seperti Napoli. Rasa-rasanya seperti kehancuran kuno lebih dari ajang berolahraga – tempat dimana Anda mungkin menginginkan Tony Robinson serta team arkeolog Timnya. Seperti tambalan di rumput itu terlihat seperti penggali sudah dilepaskan menjadi strategi taktis curang untuk menahan tiga depan Liverpool menyatukan dengan fluiditas.

Baca Juga : Napoli Lorenzo Insigne menyerang pada akhirnya untuk mematahkan hati Liverpool

Demikian seringkali rute yang dituju dari satu jalan diarahkan ke luar jangkauan. Bila bangunan serta lapangan tidak wajar untuk arah, audience memperluas getaran yang tidak diharapkan. Tidak perduli begitu buruknya bentuk tempat mereka di Napoli ialah senjata – walau mengingat puing-puing di seputar stadion Anda bisa dimaafkan untuk menerjemahkannya dengan harfiah. Klopp membuat perlindungan rekor Eropa yang prima menjadi manajer Liverpool, tapi dengan arif menampik pertanyaan mengenai timnya melawan hari-hari yang susah ini. “Roma?” Ia menjawab, pernyataan dari pihaknya yang dengan sempit menjaga kelebihan 5-2 di Italia lima bulan kemarin. Ia bisa jadi memberikan Sevilla, dimana kelebihan tiga gol diserahkan pada step ini musim kemarin, atau Villarreal – tempat hanya satu kekalahan lainnya Klopp dalam pertandingan UEFA di luar final.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *