Arsene Wenger Bantah Bakal Besut Milan

Arsene Wenger menyanggah dianya akan besut AC Milan. Pada sekian waktu paling akhir ini, bekas peramu strategi Arsenal tersebut ramai dikabarkan akan jadi pelatih anyar AC Milan. Tidak mau rumor itu terlalu lama tersebar, Wenger juga selekasnya memberi klarifikasi jika berita yang mengatakan dianya bisa menjadi pelatih Milan hanya berita palsu. Rumor tentang akan datangnya Wenger ke Milan sudah menebar luas akhir-akhir ini, tidak terlepas dari kepindahan Ivan Gazidis dari Arsenal ke arah club berjuluk I Rossoneri. Dijelaskan bila pemilik baru AC Milan itu yang adalah fans Arsenal serta pengagum Wenger.

Ditambah kembali, kondisi AC Milan yang belum juga konstan jadikan pelatih Milan pada sekarang ini, yaitu Gennaro Gattuso, dipandang oleh beberapa pihak kurang wajar unguk menghidupkan kembali Rossoneri. Meskipun begitu, sang peramu strategi berkebangsaan Prancis tersebut selekasnya meluruskan masalah. Dianya menolak terdapatnya berita yang menyebutkan bila dianya tengah lakukan proses negosiasi menjadi pelatih AC Milan. Arsene Wenger juga menuturkan bila saat ini dianya tengah nikmati hidupnya serta pekerjaan barunya bersama dengan beIN Sports. Seperti yang dikutip dari situs Goal di hari Rabu, 7 November 2018 ini, Wenger menjelaskan hanya satu perihal yang bisa dia jelaskan saat ini adalah jika itu adalah berita palsu.

Arsene Wenger menjelaskan jika dianya telah di tandatangani kontrak di satu tempat, dianya akan memberi tahu Anda, tapi untuk saat ini kabar berita itu ialah salah. Dianya tidak bisa mengatasi isu, akan tetapi dia cuma ingin focus untuk mengatasi apakah yang dikerjakan olehnya dalam perjalanan hidupnya sampai kini. Untuk saat ini, Sang Professor – julukan terkenal untuk Arsene Wenger – mengatakan diri cuma ingin berkonsentrasi untuk lakukan pekerjaan di beIN Sports dengan baik – serta itu ialah satu perihal yang tidak gampang tentu saja. Selain itu, bekas anak didik Wenger di Arsenal, Mathieu Flamini, malah memberi dukungan Wenger menjadi pelatih AC Milan.

Menurut penilaiannya, Sang Professor adalah figur yang pas untuk bikin Milan jadi team yang bertaji kembali. Flamini menjelaskan, dianya tidak butuh memberitahu pada kebanyakan orang bila dia adalah seseorang manajer yang mengagumkan. Dimana Wenger sendiri telah memberikan bukti saat sekian tahun. Dia begitu dekat dengan Arsene, begitu inspiratif buat dianya untuk kerja dengannya. Menurut gagasannya, sang manajer juga bakal begitu bagus untuk AC Milan. Beberapa alat akhir-akhir ini memang banyak memberitakan masalah ketertarikan Milan untuk memakai layanan Arsene Wenger menjadi pelatih mereka untuk melalui bekas musim 2018 – 2019 ini.

Baca Juga :

Jurgen Klopp : Jangan Kalah Lagi Si Merah!

Jurgen Klopp mengingatkan Si Merah tidak untuk menanggung derita kekalahan kembali yang akan datang. Tidak dapat disangkal kembali bila sang peramu strategi yang berkaitan tersebut seakan tidak bisa memberi dalih apa pun saat Si Merah alami kekalahan menyakitkan dari kesebelasan Red Star Belgrade dengan score memberikan keyakinan 0 – 2 di match day ke empat set penyisihan Group C Liga Champions musim 2018 – 2019 yang diselenggarakan di hari Rabu, 7 November 2018 pagi hari barusan (WIB). Dimana scuad Si Merah seakan tidak bisa berdaya di depan atmosfer intensif yang dikasihkan oleh beberapa supporter setia Red Star Belgrade.

Hasil minor yang didapat itu ikut bermakna Liverpool tetap menanggung derita hasil jelek saat melakukan laga tandang di arena Liga Champions sampai selama ini. Seperti yang didapati, awal mulanya James Milner serta kawan – kawan diminta untuk mengaku kalah dengan score 0 – 1 di markas kebesaran punya Napoli, serta saat ini di markas Red Star. Tentunya catatan itu tidak baik benar-benar buat catatan Liverpool, Klopp juga mengaku. Sekarang ini, harus Liverpool mesti tampil sebaik-baiknya serta mencapai hasil kemenangan yang membesarkan hati saat lakukan kunjngan ke markas kebesaran punya Paris Saint Germain (PSG).

Bukan sekedar itu saja, tapi mereka harus juga dapat menaklukkan tim Napoli di Anfield Fase. Klopp juga mempunyai perasaan meyakini yang besar jika Si Merah sedianya memang kurang optimal saat berunjuk gigi. Menurut opini Klopp, bermain di kandang atau tandang tidak ada perbedaannya, Liverpool memang tampil jelek di pertandingan itu. Ia yakin Liverpool sebetulnya dapat tampil lebih baik kembali, akan tetapi hasil yang terjadi tidak dapat dirubah. Seperti diambil dari situs sah club, Klopp menjelaskan memang ada beberapa momen dimana team bisa mengatur jalannya pertandingan dengan baik, akan tetapi mereka tidak mengerjakannya ikut di laga terbaru.

Jurgen Klopp memandang, beberapa anak didiknya sudah membuat suatu kekeliruan besar di laga pagi hari barusan. Akan tetapi dia berpikiran, tidak ada hubungan dengan bermain di pertandingan tandang, karena hal tersebut cuma berlangsung disana. Liverpool telah pasti akan mengulas hal tersebut kelak serta mereka meyakini bisa tampil 100 % lebih baik kembali. Akan tetapi di laga malam hari itu, benar-benar disayangkan sebab tidak ada yang dapat dikerjakan oleh club untuk mengubah kembali. Selanjutnya kembali, Klopp juga mengaku jika pada sekarang ini langkah yang ditempuh Liverpool telah jadi makin berat saja. Tingkatan klassemen di Group C sedianya benar-benar sangat ketat, Liverpool dengan 6 point, Napoli 6 point, PSG 5 point, serta Red Star Belgrade telah mempunyai empat point salah satunya.

Baca Juga :

James Milner : The Reds Sudah Bermain Lebih Baik di Babak Kedua!

James Milner selaku salah satu pemain milik FC Liverpool menyebutkan jika timnya sudah bermain lebih baik pada babak kedua. Penggawa Liverpool itu mengklaim penyebab pasti kekalahan timnya dari kesebelasan Crvena Zvezda di pertandingan ke 4 Grup C Liga Champions musim 2018 – 2019 di Stadion Rajko Mitic yang dilangsungkan pada hari Rabu, 7 November 2018 dini hari tadi (WIB). Di laga tersebut klub berjuluk The Reds itu gagal pulang membawa poin setelah mengalami kekalahan dari tim tuan rumah dengan skor 0 – 2. Salah satu yang terjadi ialah mereka tak mampu memulai dengan baik pada laga tersebut. James Milner merasa yakin jika dirinya beserta rekan-rekan satu timnya tersebut tak akan mampu untuk mengawali laga dengan baik sehingga harus kebobolan dua gol di babak pertama.

Kedua gol tersebut dicetak Milan Pavkov pada menit 22 dan 29. Seperti yang dilansir dari situs resmi UEFA pada hari Rabu 7 November 2018 lalu, Milner mengaku tim sudah mendapatkan masalah di seluruh lapangan. Milner menyebutkan jika tim hanya tak dapat mengawali laga dengan baik, dan pada saat Anda tak dapat memulai dengan baik, maka Anda harus mendapatkan ganjarannya di akhir laga. James Milner berpikiran jika reaksi yang sudah ditunjukkan oleh timnya pada babak kedua dan begitu bagus. Namun pemain berkebangsaan Inggris tersebut mengaku, para pemain sudah melakukan perjuangan sampai akhir, namun sungguh disayangkan karena mereka tidak dapat menunjukkan awal yang baik bagi tim di pertandingan itu sehingga harus merasakan pahitnya kekalahan.

Di samping itu, lemahnya penyelesaian akhir juga menjadi kendala bagi Milner dan kawan-kawan pada laga tersebut. Hasil ini jelas saja berbeda cukup jauh dengan Liverpool kala menjamu Crvena Zvezda yang mampu membantai tim asal Serbia itu dengan skor akhir 4 – 0. Seperti yang dilansir dari Goal, Milner berpikiran jika klub menciptakan cukup peluang malam ini. Namun persoalannya untuk mengkonversi peluang menjadi gol. Di musim lalu, tim sudah menciptakan banyak gol, namun tidak saat ini. Itu adalah yang terjadi sebenarnya. Salah satu gelandang di Stadion Anfield tersebut mengklaim dirinya sangat measa kecewa juga dengan hasil seri 1 – 1 yang didapatkan timnya kala bertandang ke markas Arsenal di laga lanjutan Liga Inggris pada musim 2018 – 2019, Minggu 4 November 2018 dini hari lalu (WIB).

Dirinya merasa yakin jika seharusnya The Reds – julukan Liverpool – dapat memetic kemenangan apabila melihat dari permainan yang ditunjukkan saat bersua Arsenal tersebut. Menurut pendapat Milner, Liverpool banyak sekali menciptakan peluang saat bermain di Stadion Emirates tersebut. Maka dari itu, bila tim didikan Jurgen Klopp itu dapat mencetak gol dari setiap peluang emas itu, maka Milner yakin hasilnya tak imbang 1 – 1 saja dengan Arsenal. Hal itu yang menyebabkan dirinya benar – benar kecewa karena Liverpool terlalu banyak membuang kesempatan yang ada. Dengan demikian, banyaknya peluang yang diciptakan oleh para pemain semestinya dapat dikonversikan menjadi banyak gol. Adalah satu hal menyenangkan memang jika para peman dapat menciptakan banyak peluang, tetapi tampaknya tim harus sedikit lebih kejam dan mungkin tak terlalu menekan diri supaya tak menyerah begitu saja.

Baca Juga :

 

Raheem Sterling Puas Dengan Kemenangan The Citizens

Raheem Sterling mengaku puas dengan kemenangan yang dipetik oleh The Citizens. Sterling yang merupakan salah satu gelandang sayap Manchester City itu sendiri mengklaim begitu gembira dengan hasil laga kontra kesebelasan Southampton dalam pertandingan lanjutan pekan ke 11 ajang Liga Primer Inggris musim 2018 – 2019 ini pada hari Minggu, 4 November 2018 malam WIB. Hal itu disebabkan karena pada pertandingan itu sendiri, sang pemain sukses mencetak sepasang gol dari jumlah kemenangan 6 – 1 yang dipetik Manchester Biru – julukan beken untuk Manchester City – ketika bertemu dengan Southampton. Tidak hanya berperan dalam mencetak dua gol saja, tetapi pria berkebangsaan Inggris itu juga berhasil memberikan dua assist.

Di mana gol – gol yang dimaksud tersebut telah dicetak oleh Sergio Aguero pada menit ke 12 dan Leroy Sane (90+1’). Lebih heboh rasanya karena dua gol Sterling tersebut telah membuat mantan pemain Liverpool itu membukukan 50 gol untuk Man City. Hal tersebut tentu saja menyebabkan Sterling merasa yakin bahwa kemenangannya atas Southampton menjadi salah satu momen terbaiknya. Sejak bergabung dengan Man City pada musim 2015/2016, baru pada gelaran musim 2018 – 2019 Sterling bisa mencetak 50 gol untuk tim yang bermarkas di Stadion Etihad itu. Ia pun merasa sangat bahagia akan hasil tersebut.,

Raheem Sterling menyatakan, pertandingan menghadapi skuad Southampton itu adalah kinerja tim yang sangat hebat, tak hanya berdasarkan bola saja. Tim sudah menunjukkan performa yang sangat brilian pada laga tersebut. Ia pun bersyukur atas posisi yang ditempatinya sekarang ini. Dirinya sudah banyak mengambil pembelajaran penting dan berusaha keras seoptimal mungkin menjadi lebih baik. Saat ini adalah salah satu momen terbaik. Atas hasil kemenangan melawan skuad Southampton tersebut, Manchester City pun kembali kukuh di puncak klasemen sementara Liga Inggris 2018 – 2019 dengan raihan 29 poin.

Sergio Aguero dan kawan-kawan hanya terpaut dua angka dari Chelsea dan Liverpool yang tepat mengikutinya di belakang. Atas pesonanya tersebut, tidak mengherankan lagi jikalau banyak klub yang mulai melirik tanda tangan Sterling. Sementara itu sejumlah pemberitaan di media setempat sempat memberitakan bahwa Real Madrid menawar winger Manchester City, Raheem Sterling, dengan harga tinggi. Seperti diberitakan Daily Mail, Los Blancos –julukan Madrid– menawar pesepakbola 23 tahun itu seharga 100 juta pounds atau sekira Rp2 triliun! Sungguh beralasan rasanya jika pihak manajemen Los Merengues berani melepaskan penawaran dengan harga tinggi kepada Sterling. Sebab, Madrid sangat membutuhkan pemain yang dapat dijadikan sumber gol bagi mereka. Sekadar diketahui dalam empat laga terakhir di semua kompetisi, Madrid sama sekali gagal mencetak gol dan hanya mengoleksi satu imbang serta tiga kalah.

Baca Juga :

Paul Pogba Beberkan Alasannya Kembali ke Old Traffrord

Paul Pogba baru saja membeberkan alasannya kembali ke Stadion Old Trafford. Ya, salah satu gelandang milik Manchester United, Paul Pogba baru – baru ini mengungkap alasannya yang sesungguhnya tentang mengapa dirinya kembali bergabung dengan klub berjuluk The Red Devils itu pada jendela transfer di musim panas 2016 setelah menjalani musim yang sensasional bersama Juventus. Di mana pada saat itu, Pogba menjadi pemain termahal di dunia dengan rekor transfer 105 juta euro. Sebenarnya, Pogba sendiri memang merupakan salah satu pemain jebolan akademi sepakbola Man United. Akan tetapi, pada musim panas 2013, Juventus merekrutnya dengan status bebas transfer.

Kala itu, Pogba yang masih berusia 19 tahun gagal mendapatkan tempat di tim utama Man United, sehingga lebih memilih hengkang ke Juventus. Akan tetapi, sungguh berada di luar perkiraan, kiprah Pogba bersama dengan Si Nyonya Tua dalam kenyataannya justru sudah menuai kesuksesan besar. Di mana Pogba mampu menjelma sebagai salah satu gelandang top yang Namanya begitu diinginkan banyak klub terbaik di Eropa. Walau demikian, dalam kenyataannya pria bernama lengkap Paul Labile Pogab tersebut hanya memiliki keinginan untuk kembali ke Man United. Ia merasa ada suatu hal yang harus dituntaskannya di sana. Tidak ayal, begitu tawaran dari Man United datang, ia tak ragu untuk menerimanya.

Paul Pogba merasa yakin bila ketika pergi dari Teater Impian, maka dirinya seperti kehilangan sesuatu. Ia ingin terus berada di starting XI Manchester United, memakai jersey ini, dan menjadi bagian dari tim. Itu bukanlah aksi balas dendam, tetapi dirinya memang ingin kembali dengan lebih banyak pengalaman. Pogba juga menyadari bahwa usianya jauh lebih belia pada saat pada tahun 2012. Pogba kemudian mengambil banyak pembelajaran terkait jenis sepak bola yang berbeda ketika ia pertama kali pergi dan mendapatkan pengalaman untuk kembali menjadi lebih baik.

Paul Pogba menyatakan, dirinya pun sudah merasakan bermain di Liga Champions juga. Sehingga ia kembali dengan kedewasaan yang lebih, saya akan mengatakan. Tentu saja ketika itu pesepak bola yang sudah memasuki usia 25 tahun tersebut merasa dirinya hanya sedang kembali ke rumahnya saja. Pogba sudah bergabung dengan akademi muda di Manchester Merah. Ia pun selalu merasa berada di rumahnya di sana dan akan selalu seperti itu. Dirinya sudah tumbuh bersama rekan-rekan satu tim dan menurut pandangannya, mereka semua telah dipersatukan kembali di tim utama, jadi ini adalah kisah yang indah.

Seperti yang diketahui, penampilan cemerlang yang ditunjukkan Pogba saat dirinya masih menggunakan jersey milik Juve membua banyak kalangan mengklaim jika dirinya adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Terlebih lagi usai membawa tim nasional Prancis untuk menjuarai Piala Dunia 2018 lalu. Namun penilaian yang berbeda justru diungkapkan oleh Brian McClair yang merupakan mantan penyerang milik The Red Devils. McClair tetap melihat sang gelandang sedianya belum pantas untuk diberikan label pemain kelas dunia. Pasalnya ia mengklaim, pemain berlabel top dunia adalah mereka yang bisa selalu bermain konsisten pada setiap laga dan memiliki peranan penting di setiap pertandingan.

Baca Juga :

Unai Emery Tak Optimis Aaron Ramsey Akan Bertahan di Emirates

Unai Emery tidak merasa optimis jika Aaron Ramsey akan memutuskan untuk tetap bertahan di Stadion Emirates. Seperti yang diketahui, The Gunners sendiri baru saja memastikan diri untuk melenggang ke babak selanjutnya Piala Liga Inggris musim 2018 – 2019 setelah menaklukkan Blackpool dengan skor tipis 2 – 1 di Emirates Stadium pada hari Kamis, 1 November 2018 dini hari lalu (WIB). Walau telah berhasil meraih kemenangan, tetapi masih ada sesuatu yang mengganjal bagi para fans Arsenal, yaitu menyangkut soal perpanjangan kontra dari Aaron Ramsey. Di mana pemain berkebangsaan Wales yang bermain cukup apik pada pertandingan dini hari itu, kontraknya akan habis pada akhir musim ini.

Namun di atas itu semua, justru belum terlihat ada tanda – tanda perpanjangan kontrak yang akan dilakukan oleh sang pemain. Unai Emery sebagai peramu taktik The Gunners turut serta meragukan bahwa pemain asuhannya itu akan bertahan di Emirates Stadium pada musim depan. Emery melihat peluang Ramsey untuk hengkang lebih besar ketimbang berseragam Arsenal lagi pada musim depan. Seperti yang dilansir dari Sky Sports pada hari Kamis, 1 November 2018 kemarin, Emery menyebut Aaron Ramsey dan klub tentu saja bisa terlebih dulu berbicara mengenai masalah kontrak.

Ramsey sendiri tentu bisa berpikir untuk kontrak pribadinya dengan klub dan dengan pemikirannya itu, peluang Ramsey untuk tidak melanjutkan di sini lebih besar. Unai Emery menilai, bagi tim, ini adalah soal kebersamaan dan menjadi lebih baik di pertandingan ataupun latihan. Apabila jadi memutuskan untuk pergi meninggalkan Stadion Emirates yang merupakan markas kebesaran milik Arsenal, maka Ramsey pun tidak perlu bingung untuk mencari klub baru yang mau menggunakan jasanya di musim depan. Sebab, Liverpool telah dikabarkan siap menjadi rumah baru bagi Ramsey pada musim-musim berikutnya. Sementara itu, kabar lain menyebutkan jika peramu taktik Liverpool, Jurgen Klopp, tampaknya tertarik dengan daya ledak Ramsey saat melakukan serangan.

Klopp disebut – sebut ingin menajamkan lagi lini depannya dengan kedatangan pemain asal Wales tersebut. Isu mengenai ketertarikan Manchester United terhadap gelandang Arsenal, Aaron Ramsey, terus berhembus kencang. The Red Devils pada saat ini pun dikabarkan semakin gencar mendekati pihak Ramsey dan Arsenal agar sang pemain bisa segera hijrah ke Old Trafford. Seperti dilansir dari Sportsmole, Ramsey sendiri memang dikabarkan memutuskan untuk angkat kaki dari Emirates Stadium pada akhir musim ini. Hal itu dapat terjadi lantaran kesepakatan terkait kontrak baru pemain berpaspor Wales tersebut tak kunjung mencapai kesepakatan. Pihak Arsenal dikabarkan menolak permintaan Ramsey untuk memberi gaji sebesar 300 juta poundsterling per pekannya.

Dalam situasi seperti demikian, Ramsey pun berencana untuk angkat kaki dari Arsenal pada akhir musim 2018 – 2019 nanti. Penting diketahui jika beredarnya kabar tersebut juga disambut baik oleh Man United yang diketahui telah memendam ketertarikan dengan Ramsey sejak lama. Karena itu, berbagai cara kabarnya telah disiapkan Man United agar langkah mereka tak gagal kembali kali ini. Ketertarikan The Red Devils terhadap Ramsey sendiri diketahui telah terjadi sejak lama. Klub asal kota Manchester itu untuk pertama kali mengincar Ramsey pada 2008. Tetapi sungguh disesali karena keinginannya tak dapat terealisasi saat itu karena sang pemain memutuskan untuk hengkang ke Arsenal dari Cardiff City.

Baca Juga :

Angel di Maria Masih Termotivasi di PSG

Angel di Maria rupanya masih sangat termotivasi di Paris Saint Germain. Salah satu gelandang sayap yang berkebangsaan Argentina tersebut benar – benar merasa terhormat dan termotivasi setelah mendapat pembaruan kontrak dari Paris Saint-Germain. Dirinya merasa bahagia karena masih dipercaya menjadi bagian dari ambisi besar PSG. Pihak manajemen klub kaya raya di Prancis itu sendiri baru saja resmi memperbarui kontrak Di Maria pada hari Rabu, 31 Oktober 2018 waktu setempat lalu, yang secara otomatis juga membuat mantan winger Manchester United tersebut akan tetap merumput di Parc des Princes sampai pada bulan Juni 2021 mendatang.

Klub elite yang mengikuti Liga Perancis ini mengumumkan hal tersebut lewat situs resmi klub. Paris Saint Germain sendiri sebelunya memboyong Angel di Maria dari klub terdahulunya, yakni Manchester United pada musim panas 2015. Selama bermain dengan memakai jersey kebesaran milik PSG, bekas bintang Real Madrid tersebut menemukan kembali performa terbaiknya. Ia mengaku sangat gembira karena dapat memperpanjang kontrak bersama Paris Saint-Germain. Ia benar – benar merasa puas untuk berada di Paris dalam waktu tiga tahun terakhir ini, sebagai tempat di mana dirinya memang sudah mempunyai segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menunjukkan performa terbaik ketika berunjuk gigi.

Sebagaimana yang dilansir dari laman resmi klub, Di Maria mengaku setiap harinya merasa terhormat dan termotivasi untuk menjadi bagian dari proyek ambius, unik di Eropa. Tentu saja perpanjangan kontrak yang sudah diresmikan itu sendiri secara otomatis langsung meredam banyaknya rumor yang menyebutkan bahwa pemain sayap asal Argentina itu tak akan bertahan di Perancis pada akhir musim ini. Bahkan, ia disebut-sebut memiliki hasrat untuk kembali ke Inggris setelah mengalami kegagalan bersama Man United. Paris Saint-Germain ( PSG) lantas membuyarkan spekulasi soal potensi hengkang Angel Di Maria pada akhir musim 2018 – 2019.

Semenjak mendaratkan kakinya di Parc des Princes, pemain asal Argentina ini kembali menemukan performa terbaiknya sehingga nyaris tak pernah absen membela PSG. Oleh sebab itu, perpanjangan kontrak ini juga membuat Di Maria akan tetap berkostum PSG hingga usianya memasuki angka 33 tahun mendatang. Mengetahui hal itu, Presiden PSG, yakni Nasser Al-Khelaifi, mengaku senang bisa memperpanjang kontrak Di Maria yang dianggapnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Ia mengaku senang dan puas melihat Angel Di Maria memperpanjang kontraknya bersama klub.

Terlebih lagi dirinya merasa sangat yakin bahwa di usia 30 tahun, Angel berada di puncak kariernya di mana talenta dan pengalaman bisa membuatnya seperti sekarang. Salah satu pemain terbaik di dunia. Pembaruan kontrak itu pun disambut penuh suka cita oleh segenap fans setia klub raksasa di Prancis tersebut. Padahal sebelumnya, sejumlah fans sudah mengungkakan rasa khawatir mereka dalam beberapa kesempatan karena mendengar banyak rumor soal kemungkinan kepindahan Angel di Maria ke klub lainnya. Mantan pemain sayap Real Madrid itu diklaim tidak ingin bertahan di Perancis pada akhir musim nanti. Bahkan, ia disebut-sebut mempunyai hasrat besar untuk kembali ke Inggris setelah mengalami kegagalan bersama dengan Manchester United. Dirinya seolah ingin kembali lagi ke Negeri Ratu Elizabeth untuk membuktikan kemampuannya yang sebenarnya bersama klub lain dan merengkuh kesuksesan di sana.

Baca Juga :

Barcelona Lionel Messi kembali ke pelatihan

Lionel Messi kembali berlatih pada Rabu setelah kehilangan kemenangan Barcelona atas Inter Milan dan Real Madrid pada pekan lalu. Messi, 31, melakukan beberapa latihan kebugaran di tempat latihan klub dan mampu melakukan beberapa pekerjaan bola untuk pertama kalinya sejak mematahkan tulang di lengannya pada 20 Oktober. Pemain depan ini berada di jalur untuk kembali dalam tiga minggu, awalnya ia dikesampingkan tetapi sumber mengatakan kepada ESPN FC bahwa Barca tidak akan mengambil risiko dengan pemulihannya.

Barcelona menghadapi Cultural Leonesa di Copa del Rey pada hari Rabu sebelum melakukan perjalanan ke Rayo Vallecano di La Liga pada hari Sabtu. Messi tidak akan tersedia untuk salah satu game tetapi kembalinya ke pelatihan menyebabkan harapan dia bisa kembali untuk pertandingan Selasa depan di Inter. Kegagalan itu, ia hampir pasti akan kembali menghadapi Real Betis pada 11 November, yang merupakan pertandingan terakhir Barca sebelum jeda internasional.

Dia melukai lengannya dalam kemenangan atas Sevilla awal bulan ini tetapi ketidakhadirannya tidak menghambat Barca di lapangan. Sejauh ini ia telah kehilangan 2-0 kemenangan Liga Champions atas Inter dan penghinaan 5-1 Clasico Madrid di Camp Nou. Messi berlatih sendiri pada hari Rabu saat tim pertama melakukan perjalanan ke Leon untuk pertandingan piala mereka.

Ernesto Valverde telah menunjuk skuad yang tidak berpengalaman untuk pertandingan, mengistirahatkan tujuh pemainnya yang lebih senior, termasuk Gerard Pique, Philippe Coutinho dan Luis Suarez. Mereka yang belum melakukan perjalanan telah diberi libur beberapa hari minggu ini setelah jadwal yang melelahkan.

Baca Juga :

Fraser dan Hesketh mengirim Burton melewati Nottingham Forest

Nigel Clough telah menyulut kekalahan memabukkan lainnya, membimbing Burton ke perempat final Carabao Cup dengan mengorbankan klub yang dia dan ayahnya bantu untuk mendapatkan ketenaran di seluruh dunia. Itu bukan kebetulan. Ini adalah kemenangan yang pantas bagi Burton, dijamin berkat kinerja yang berani dan sukses dan tiga gol pada babak kedua. “Masuk ke babak 16 besar adalah pencapaian yang luar biasa, tetapi untuk mencapai delapan besar sebagai klub League One – tidak masalah sebagai klub League One yang sangat kecil – itu luar biasa,” kata Clough. “Kami telah beristirahat di kompetisi ini tetapi kami mendapatkannya.”

 

Belum pernah sebelumnya Burton mencapai tahap kompetisi ini, sedangkan Forest telah mengangkat trofi empat kali, semua di bawah manajemen Brian Clough dan dua di antaranya dengan Nigel di tim. Aitor Karanka mungkin telah membuat 10 perubahan ke sisi Forest yang memulai pertandingan hari Sabtu di Kejuaraan, di mana mereka berada di luar tempat play-off, tetapi ia telah menerapkan kebijakan yang sama di awal turnamen sehingga berhak untuk percaya diri timnya akan terbukti terlalu bagus untuk sisi yang tinggal di bagian bawah League One. Kemudian lagi, Aston Villa dan Burnley berpikir hal yang sama sebelum digulingkan di Burton di babak sebelumnya.

Clough membuat empat perubahan pada tim yang kalah di kandang sendiri ke Peterborough pada Sabtu, salah satu pendatang baru yang agak kurang terkenal mantan pemain Forest – penjaga gawang Dimitar Evtimov, yang menandatangani kontrak jangka pendek bulan lalu setelah membuat dua start untuk Forest dalam enam tahun. Penjaga yang mengunjungi, Luke Steele, jauh lebih sibuk sepanjang pertandingan dan harus lega bahkan untuk mencapai interval dengan clean sheet. Liam Boyce, seorang target yang sangat berguna, memaksa penyelamatan yang layak dari Steele pada menit ke-19. Kiper harus mengalahkan itu pada setengah jam untuk menebus kegagalannya menahan tembakan dari Boyce, menyebarkan dirinya secara luar biasa untuk memblokir tindak lanjut David Templeton.

Tapi dua menit kemudian Steele seharusnya dipukuli dengan baik saat Burton diberikan penalti ketika Liam Bridcutt menjarah Jamie Allen. Ketergesaan tantangan Bridcutt mencerminkan betapa bingungnya Hutan dengan desakan Burton. Para pengunjung diberi penangguhan hukuman yang mengejutkan, namun, ketika Boyce mengguncang spotkick di atas bar. Daripada melayang setelah kekalahan itu, Burton mengambil hati dari kemampuan mereka untuk mengganggu Forest dengan kesalahan.

“Manajer mengatakan kepada kami di babak pertama hanya untuk pergi keluar dan bermain dengan cara yang sama lagi,” kata Boyce. Karanka, sebaliknya, menuntut perbaikan dari timnya selama interval tetapi tidak ada perubahan personil. Dia seharusnya, meskipun Gil Dias hampir mencetak gol segera setelah restart, melenggang melewati tiga pemain bertahan sebelum melihat tembakannya diselamatkan oleh Evtimov, yang juga memblokir rebound dari Hillal Soudai. Itu bertentangan dengan jalannya pertandingan, dan Burton segera beralih kembali ke kaki depan dan mencetak gol dalam waktu tujuh menit.

Baca Juga :

 

Joao Cancelo Yakin CR7 Tetap Difavoritkan Untuk Raih Ballon d’Or

Joao Cancelo merasa sangat yakin jika Cristiano Ronaldo tetap menjadi pemain yang paling difavoritkan untuk meraih trofi Ballon d’Or berikutnya nanti. Cancelo yang merupakan salah satu pemain belakang milik Juventus itu mengungkapkan kepercayaan terbesarnya apabila mega bintang yang akrab disapa dengan julukan beken CR7 tersebut masih sangat layak untuk memenangkan titel Ballon d’Or kesekian kalinya walaupun ia sudah gagal menjadi kampiun Piala Dunia 2018.

Diakui oleh pria berumur 24 tahun tersebut, jika mantan penyerang Real Madrid dan Manchester United tersebut luar biasa. Pernyataan Cancelo ini merujuk apa yang disaksikan setiap hari setelah keduanya berada dalam satu tim. CR7 sendiri mengambil sebuah keutusan yang cukup mengejutkan para pencinta sepak bola di seluruh dunia ke Juventus pada bursa transfer pemain di musim panas 2018 setelah klub berjulukan Bianconeri itu menebusnya seharga 100 juta euro (atau kira – kira sejumlah Rp 1,7 triliun) dari Madrid. Pria yang sudah berhasil memenangkan 5 trofi Ballon d’Or tersebut kembali masuk nomine setelah tampil sangat impresif bersama Madrid pada musim lalu. Dia ikut membawa Los Blancos mempertahankan gelar Liga Champions untuk kali ketiga secara beruntun.

Menurut penilaian Cancelo, Ronaldo tentu saja sangat pantas untuk menyabet piala Ballon d’Or. Sebab setiap harinya pemain yang memiliki nama panjang Joao Pedro Cavaco Cancelo tersebut sudah berlatih dengan Ronaldo dan sang pemain itu sendiri sudah membuktikan diri mampu memenangkan banyak title. Seperti yang dikutip dari laman Calciomercato, Cancelo pun merasa sangat beruntung karena Juventus dapat merekrutnya ke klub, sebab dirinya merupakan sosok pemain luar biasa. Ronaldo lebih kuat dari semua kontestan lainnya. Pada musim lalu saja, bahkan ia lebih mutlak ketimbang nominee yang lain.

Sementara itu, sejumlh pilar timnas Perancis seperti Antoine Griezmann, Raphael Varane dan Kylian Mbappe disebut-sebut bakal mengakhiri kedigdayaan Ronaldo setelah sukses menjuarai Piala Dunia 2018. Mendengar hal itu, pria berumur 24 tahun tersebut menyebut tidakadil rasanya apabila penganugerahan individual semacam Ballon d’Or didasarkan pada kesuksesan menjuarai Piala Dunia. Hal itu disebabkan karena pada level tim nasional, lelaki asal Portugal itu meyakini ada kesenjangan kualitas antara satu tim dengan tim lainnya. Ia berpendapat, pemenang Ballon d’Or tentu saja tak dapat bergantung pada Piala Dunia, kejuaraan itu dimenangi secara siklus. Selalu dimenangi oleh negara-negara tertentu.

Pemain berthaan yang baru direkrut klub berjuluk I Bianconeri dari Valencia pada musim panas lalu itu mengklaim, bila seorang pemain lahir di Perancis, Jerman atau Brasil tentu saja bisa dilihat secara jelas bahwa cepat atau lambat titel juara Piala Dunia akan mereka bawa pulang. Pria yang pada musim sebelumnya lalu bermain untuk membela Inter Milan ini bahkan menyatakan sulit bagi Ronaldo dan timnas Portugal menjuarai Piala Dunia, kendati dua tahun lalu sukses menggondol juara Piala Eropa untuk kali pertama. Namun sejumlah tim lain tidak mahir untuk bisa memenanginya. Apabila orang-orang membicarakan bahwa Portugal memenangkan Piala Eropa, ya begitulah fakta yang ada. Namun dirasa akan sangat sulit untuk bisa memenangi kompetisi penting seperti Piala Dunia. Di mana dirinya beranggapan bahwa kekuatan sepak bola yang dimiliki tersebut memang sudah sangat berbeda.

Baca Juga :